Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Nunggak Retribusi, Loket Bus Lhokseumawe Disegel Satpol PP

Oleh on Sep 25th, 2012

BANDA ACEH-Petugas gabungan Satpol PP dan Perhubungan terpaksa menyegel loket tiket bus di terminal Kota Lhokseumawe, Aceh, karena sudah beberapa tahun tidak membayar restribusi untuk daerah.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kebudayaan dan Pariwisata Kota Lhokseumawe Munadi di Lhokseumawe, Selasa mengatakan, pihaknya terpaksa menyegel semua loket tiket bus yang ada di dalam komplek terminal bus, sampai pihak perusahaan menyelesaikan tunggakan retribusi.

Munadi menyebutkan, tunggakan restribusi tiap loketnya mencapai Rp4.560.000, sejak Januari 2010 hingga 2012. Dimana tiap bulannya hanya Rp150.000. Hal itu sesuai dengan Qanun Kota Lhokseumawe Nomor 7 tahun 2007 tentang restribusi terminal.

Dikatakan, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat kepada pengelola loket, namun tidak digubris. Bahkan surat peringatan tersebut juga dilayangkan ke perusahaan otobus yang membuka loket tiketnya di kompleks terminal.

Sementara itu, Wakil Ketua Organda Lhokseumawe M Kamal mengatakan, pihak pengelola loket menganggap sudah membayar restribusi tersebut, melalui kutipan pada bus yang masuk sebesar Rp2.000/bus, yakni Rp1.000 untuk restribusi dan Rp1.000 lagi untuk sewa loket.

Hal itu berdasarkan kesepakatan antara pengelola loket tiket dan pihak Perhubungan Kota Lhokseumawe pada tahun 2010 saat Kadishubudpar Lhokseumawe dijabat T Junaidi.

Pihak pengelola loket, menurutnya, juga akan kembali membayar restribusi dimaksud sesuai dengan qanun, namun terhitung sejak Agustus 2012 dan diharapkan tunggakan lama dihapuskan.

Pembayaran uang restribusi tersebut juga akan diserahkan langung oleh pengelola loket ke kas daerah dan hanya menyerahkan bukti pembayaran saja kepada pihak perhubungan.

Terhadap pelayanan bagi calon penumpang bus yang ingin membeli tiket, pihak agen ataupun pengelola tiket bus tersebut akan melakukannya di emperan bangunan terminal, katanya.

Kegiatan penyegelan yang dilakukan tersebut, tidak sampai menimbulkan protes dari petugas loket. Disaat petugas mendatangi loket, sejumlah barang yang ada di dalam loket bus tersebut dikosongkan dan langsung disegel dengan tripleks atau kayu pada jendela ataupun pintu loket. (Ant/esu)

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia