Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Bank Sumut Targetkan Layani 20% Ekspor-Impor

Oleh on Sep 9th, 2012

MEDAN-Bank Sumut menargetkan dapat melayani sekitar 20% transaksi ekspor dan impor dari provinsi ini sebagai tahap awal menjadi bank umum devisa yang diluncurkan pada Jumat (7/9).

Direktur Umum PT Bank Sumut Muhammad Yahya mengatakan ekspor dan impor sebagai salah satu penopang perekonomian Sumut membutuhkan dukungan bank devisa untuk melayani transaksi valuta asing, kredit modal kerja, dan fasilitas perdagangan internasional lain.

“Ke depan kami harapkan, transaksi valas yang dilayani Bank Sumut sebagai bank devisa semakin besar, hingga bisa melayani sebagian besar ekspor provinsi ini,” jelasnya, dalam acara peluncuran Bank Sumut menjadi bank umum devisa, Jumat (7/9) malam.

Nilai ekspor Sumatera Utara Juli 2012 mencapai US$946,58 juta, angka ini naik 6,72%, dibandingkan dengan Juni 2012, dan meningkat 1,29% dari Juli 2011. Sementara itu, nilai impor mencapai US$476,80 juta, atau naik 13,99% dari Juli 2011.

Yahya menambahkan pihaknya optimistis Bank Sumut dapat meningkatkan kinerja sebagai bank devisa, mengingat provinsi ini menjadi provinsi eksportir utama di Indonesia, khususnya komoditas perkebunan.

Terbukti, tambahnya, dari surplus neraca perdagangan tahun berjalan sudah mencapai Rp 8,9 triliun pada tahun ini, jauh di atas APBD Sumut yang ditetapkan sebesar Rp7,68 triliun.

“Di samping itu, terdapat calon nasabah potensial Bank Sumut yang kegiatan usahanya merupakan perdagangan ekspor atau impor,” jelasnya.

Di acara yang sama, Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengemukakan Bank Sumut harus bisa menyapa nasabah, khususnya para eksportir dan importir, seiring dengan terus meningkatnya ekspor impor di Provinsi Sumatera Utara.

“Para eksportir dan importir tidak bisa pindah begitu saja ke Bank Sumut dari bank yang selama ini sudah digunakan. Namun, jika bukan kita yang mengembangkan bank ini, siapa lagi,” tambahnya.

Khairul Mahali, Ketua Gabungan Eksportir Importir Sumut, juga mengatakan para eksportir dan importir tidak bisa pindah begitu saja ke Bank Sumut karena telah memanfaatkan bank lain dan itu sudah berjalan.

“Jangan nanti ketika sudah pindah ada resiko, karena ini menyangkut resiko besar antara pembeli dan penjual,” jelas Khairul Mahali.

Namun, dia menilai tidak tetutup kemungkinan eksportir pindah ke Bank Sumut, sesuai dengan mekanisme pasar, jika Bank Sumut mampu memberikan layanan lebih baik dari pada bank lain, termasuk kemampuan sumber daya manusia yang bisa membantu pedagang menjalin hubungan dengan pasar luar negeri.

Mengenai kesiapan karyawan, Direktur Pemasaran dan Syariah Bank Sumut OK Zenilhar mengatakan bank itu sudah mempersiapkan sumber daya manusia sejak 1 tahun terakhir, termasuk dengan melibatkan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia.

Untuk jaringan ke luar negeri, tambah Zenilhar, masih melalui Bank Mandiri karena Bank Sumut perlu mempersiapkan diri lebih baik, misalnya sebagai pemula perlu membangun kepercayaan dari pelaku ekspor, impor, serta perbankan di luar negeri.

“Diawal korespondennya dengan Bank Mandiri dan sudah ditandatangani MoU. Semua yang diminta Bank Indonesia, persyaratan teknisnya, pelaksanaannya semua sudah siap, tidak ada hambatan,” lanjut Zenilhar.

Dia menambahkan sebagai bank devisa umum, Bank Sumut baru membuka dua cabang, yakni di Cabang Utama Medan dan Cabang Senayan, Jakarta.

Lebih jauh, Gatot Pujo Nugroho menambahkan naiknya status Bank Sumut menjadi bank devisa menjadi sebuah tantangan yang harus diantisipasi dan direspon dengan memberikan pelayanan terbaik pada nasabah.

“Kalau Bank Sumut bisa memberikan service yang lebih baik dibandingkan dengan bank devisa lainnya, apalagi Bank Sumut bisa membangun sebuah kebanggaan masyarakat Sumut dengan pelayanan prima, diyakini akan mampu menarik nasabah, sebab eksportir dan importir adalah putra-putra Sumut dan pengusaha Sumut,” ujar Gatot. (k14/esu)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia