Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Polonia Dipastikan Jadi Bandara Operasi Militer

Oleh on Jul 20th, 2012

MEDAN-Polonia Medan akan dialihkan fungsinya dari pelabuhan udara komersil menjadi bandara operasi militer Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, setelah Bandara Kuala Namu mulai beroperasi.

Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Marsma TNI AU Yuyu Sutisna mengatakan pengoperasian Polonia sebagai bandara operasi militer sesuai dengan Keppres No. 62/2000 tentang Koordinasi Pengeloaan Tata Ruang Nasional.

“Pada Keppres Nomor 62 yang sudah turun dan diterima TNI-AU, disebutkan bahwa di Medan ada dua bandara, yakni Bandara Polonia dan Bandara Kuala Namu,” jelas Marsma TNI Yuyu Sutisna, kepada Bisnis, Jumat (20/7), di tengah banyaknya spekulasi tentang alihfungsi Polonia, termasuk perbedaan interpretasi di berbagai kelompok masyarakatmengenai Keppres itu.

Dia mengemukakan setelah dikelola TNI AU, Polonia akan dijadikan sebagai lokasi operasi militer, sekaligus menjadi pangkalan pesawat carteran atau VIP, seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sementara itu, pengelola operasional Bandara Polonia pascakepindahan ke Bandara Kuala Namu, jelas Yuyu, tetap dilakukan oleh Angkasa Pura, tetai  akan digunakan TNI AU untuk operasi militer.

“Bandara Kuala Namu akan menjadi pelabuhan udara masyarakat sipil. Namun, untuk menggunakan Bandara Polonia nantinya, pihak TNI AU akan tetap bekerjasama dengan Angkasa Pura,” jelas Yuyu.

Dia mengemukakan pihaknya berencana menempatkan dua pesawat skuadron TNI AU di Bandara Polonia. Bandara Polonia diharapkan akan memperkuat kinerja militer, khususnya TNI AU Indonesia.

Berdasarkan data Angkasa Pura II, Bandara Polonia dibangun di atas lahan seluas 144 hektare, memiliki landasan pacu sepanjang 2.900 meter, 4 taxiway dan apron seluas 81.455 meter kubik. Luas terminal 13.811 meter kubik dengan kapasitas penumpang 900.000 orang.

Terminal dibagi menjadi terminal untuk penerbangan domestik. Bandara ini juga dilengkapi dengan luas pelataran parkir yang berkapasitas 300 mobil di terminal penerbangan domestik dan 200 mobil di terminal penerbangan internasional.

Segera beroperasi

Sebelumnya, Direktur Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko mengatakan Angkasa Pura II optimistis Bandara Kuala Namu dapat mulai digunakan pada Maret 2013, sedangkan pada Desember 2012 dilakukan uji coba pengoperasian bandara.

Sementara itu, masyarakat Medan meminta Pemerintah memastikan Bandara Kuala Namu dapat beroperasi sesuai target, menyusul semakin terbatasnya kapasitas Bandara Polonia menampung kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat dari dukungan transportasi udara.

“Kami sangat berharap Kementerian Perhubungan, Pemprov Sumut maupun Angkasa Pura II  memastikan tidak ada kendala yang dapat menggagalkan target mulai beroperasinya bandara di Kuala Namu,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, kepada Bisnis, belum lama ini.

Dia menilai faktor yang dapat menghambat pencapaian target operasi bandara baru itu adalah saran pendukung di sekitar bandara, seperti jalan kereta api, jalan arteri, dan jalan tol. Pasalnya, hingga saat ini masih ada penduduk yang tinggal calon jalan tol menuju bandara.

Dari sisi kebutuhan dana, total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan Bandara Kuala namu sebesar Rp4,74 triliun dari PT. Angkasa Pura II dan APBN, terdiri dari Rp1,81 triliun dari PT. Angkasa Pura II dan APBN Rp2,93 triliun. (Heru Rahmad Kurnia/K14/esu)online casino

Comments are closed

  • No categories

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia