BANDA ACEH – Penghasilan petani di Aceh pada Juni tahun ini berkurang dibandingkan dengan pendapatan pada Mei 2012 akibat penurunan indeks Nilai Tukar Petani dari 104,02 menjadi 104,02 atau menyusut sebesar 0,05%.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Abdul Hakim, pekan ini, mengatakan penurunan ini terjadi akibat anjloknya indeks harga yang diterima petani dibandingkan dengan indeks harga yang harus dibayarkan.
Abdul Hakim mengemukakan dari lima subsektor pertanian, tiga subsektor mengalami penurunan indeks nilai tukar, yaitu subsektor hortikultura turun sebesar 1,01%, tanaman perkebunan rakyat merosot 1,16%, dan perikanan turun sebesar 0,54%.
Selama Juni, hanya dua subsektor pertanian yang mengalami kenaikan indeks nilai tukar, yaitu tanaman pangan sebesar 0,7% danĀ peternakan sebesar 0,11%. Kendati turun, dia mengatakan angka itu masih berada di atas 100, atau masih menunjukkan angka pertumbuhan.
Sebelumnya, selama Mei kesejahteraan
para petani di Provinsi Aceh juga belum menunjukkan angka menggembirakan, di mana Nilai Tukar Petani menurun sebesar 0,05% dari April 2012.
Penurunan NTP disebabkan oleh anjloknya indeks yang diterima petani sebesar 0,35% pada bulan lalu, sedangkan indeks yang harus dibayar petani lebih tinggi, yaitu mencapai 0,40%.
Nilai Tukar Petani menyusut pada tiga dari lima subsektor pertanian dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,01%, hortikultura 0,25%, dan perikanan sebesar 0,54%.
Hanya subsektor tanaman pangan yang indeks nilai tukar petaninya naik tipis sebesar 0,72% dan peternakan sebesar 0,11% (month-on-month). (k33)online casino
