MEDAN-Laba setelah dipotong pajak PT Bank Sumut sampai Mei 2012 turun sebesar 32% menjadi Rp165,182 miliar menyusul meningkatnya biaya operasional a.l. overheat cost dan pembukaan kantor cabang baru.
Kepala Bagian Perkreditan Bank Sumut Hadi Sucipto membenarkan sampai posisi Mei tahun ini laba bersih Bank Sumut turun menjadi Rp165,182 miliar dari Rp243,793 miliar periode sama pada 2011.
“Penurunan laba terjadi karena naiknya beban operasional seiring dengan bertambahnya jaringan kantor Bank Sumut,” ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.
Menurutnya, selain biaya overheat, biaya sumber daya manusia juga meningkat. Setiap pertambahan kantor baru, minimal menambah tenaga kerja lima orang karyawan tetap.
Dia tidak menyebutkan rincian biaya yang bertambah karena masih proses penyusunan neraca satu semester, sehingga belum bisa diperoleh angkanya.
Dipihak lain, jelasnya, sesuai anjuran Bank Indonesia, agar perbankna menurunkan suku bunga pinjaman. Bank Sumut, kata dia, mulai tahun lalu hampir setiap bulan menurunkan suku bunga pinjaman sekitar 1% per tahun.
Penurunan suku bunga pinjaman tersebut, jelasnya, mengurangi pendapatan hasil bunga pinjaman, sedangkan biaya operasional meningkat.
Ketika ditanyakan apakah ada biaya tambahan lain yang membebani Bank Sumut, misalnya, dana atau biaya perjalan dinas mantan Dirut Bank Sumut keliling sejumlah daerah di Sumatra Utara, Hadi Sucipto enggan memberikan komentar.
“Saya kira bukan porsi saya untuk menilai itu,” tuturnya.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank Sumut Djaili Azwar ketika dihubungi lewat telepon selularnya untuk menanyakan penyebab penurunan laba Bank Sumut Mei 2012 tidak berhasil. Telepon selularnya tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim untuk konfirmasi penurunan laba setelah pajak lewat telepon selularnya juga tidak direspons. (esu)
