MEDAN-Plt Gubernur Sumatra Utara Gatot Pudjo Nugroho mengemukakan proses pergantian pemimpin Bank Sumut yang tidak berjalan mulus karena harus direvisi dengan mengulang RUPS LB tidak mengganggu kinerja perusahaan.
PascaRUPS LB pasa 14 Juni, ujarnya, kredit yang disalurkan Bank Sumut naik sebesar Rp416,9 miliar hingga akhir Juni, sehingga total penyaluran kredit selama paruh pertama tahun ini sebesar Rp13,70 triliun, naik dari Mei yang mencapai Rp13,29 triliun.
“Dengan terus tumbuhnya keuangan serta aset di Bank sumut yang saat ini mencapai lebih Rp20 triliun, Bank Sumut berencana melakukan menambah jajaran direksi. Penambahan direksi dilakukan setelah disetujui Bank Indonesia,” tambahnya, dalam siaran pers yang diterima Bisnis, hari ini.
Sebelumnya, RUPS LB Bank Sumut, bank BUMN milik Pemprov Sumatra Utara, membahas pergantian direksi pada 14 Juni 2012 dinilai melanggar Peraturan Bank Indonesia, sehingga perlu diulang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX Nasir Atorf mengatakan pelaksanaanRUPS LB terakhir masih menggunakan anggaran dasar perusahaan yang belum disesuaikan dengan peraturan baru BI.
Salah satu yang perlu diluruskan adalah jabatan jajaran direksi, dapat diusulkan siapa saja, tetapi akan ditentukan melalui fit and proper test Bank Indonesia.
Sementara itu, Hasil RUPS LB ulangan yang diadakan di Ruang Beringin, Kantor Gubernur Sumatra Utara, hari ini, Kamis (13/7), memberhentikan dengan hormat sejumlah anggota direksi yang telah diangkat pada RUPS LB pada 14 Juni 2012.
“Keputusan yang lama diperbaiki dan diangkatlah dua orang untuk mengisi jabatan kekosongan Direksi Bank Sumut,” jelas Syahrul Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan, beberapa saat setelah RUPS LB selesai. (Tomi Razali/k10/esu)
