Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Harga Kedelai Tembus Rp9.000 per kilogram

Oleh on Jul 24th, 2012

YOGYAKARTA— Harga kedelai impor di Yogyakarta melonjak tajam beberapa hari terakhir menembus harga Rp9.000 per kilo gram.

Tingginya harga kedelai menyebabkan berkurangnya produksi makanan berbahan baku kedelai seperti tempe dan tahu.

Harga kedelai terpantau naik di pasar Bringharjo Yogyakarta, Selasa (24/7). Totok, pedagang palawija di pasar Bringharjo mengatakan, harga jual kedelai impor ke konsumen naik menjadi Rp9.000 dari sebelumnya hanya Rp8.000 per kilo gram.

Kenaikan mulai terjadi dua minggu ini setelah harga kedelai yang dia beli dari pengepul ikut naik. “Sebelumnya di pengepul cuma jual Rp7.500 sekarang Rp8.500,” katanya.

Tingginya harga disebabkan pasokan kedelai impor yang kian berkurang padahal jenis kedelai ini paling banyak dikonsumsi untuk pembuatan tempe dan tahu ketimbang kedelai lokal.

Adapun kedelai lokal harganya relatif lebih murah hanya Rp8.000 per kilogram, namun kualitasnya tak sebagus kedelai impor. Sementara konsumsi kedelai menurut Totok menurun sejak puasa ini.

“Kalau biasanya sehari habis 10 sampai 15 kilogram sekarang saya jualnya 10 kilo saja nggak sampai,” tuturnya.

Terpisah, Marsono produsen tempe dan tahu di daerah Wiyoro Kidul Baturetno, Banguntapan, Bantul mengatakan, sejak kenaikan harga kedelai pada April lalu, hingga kini harga terus merangkak naik menembus Rp8.000 di distributor.

Dulu itu hanya Rp6.800 per kilogram lalu naik-naik, sekarang Rp8.000 di distributor, kalau di pengecer mencapai Rp8.300. Kalau pasokanya ada, cuma harganya yang naik,” keluh Marsono.

Alhasil, pedagang terus mengurangi porsi atau bobot kepingan tempe dan tahu yang dijual guna menyiasati kenaikan bahan baku.

Sementara bila menaikan harga jual, dikhawatirkan bakal memicu anjloknya penjualan. Padahal saat harga naik pada April lalu, bobot tempe yang dijual juga sudah dikurangi. (JIBI/nj)online casino

Comments are closed

  • No categories

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia