Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Growth Steel Group Akan Bangun 20 PLTU Biomassa

Oleh on Jul 9th, 2012

MEDAN—Growth Steel Group akan membangun 20 lagi pembangit listrik tenaga biomassa dengan menggunakan cangkang kelapa sawit sebagai bahan bakar.

Chairperson dan CEO Growth Steel Group Fajar Suhendra mengakui sampai tahun 2013 perusahaan yang dipimpinnya akan membangun 20 PLTU bebahan baku biomassa dan cangkang kelapa sawit.

“Kami akan membangun 20 lagi PLTU sampai 2013 di seluruh Indonesia. Tahun ini paling tidak enam PLTU akan dibangun di sejumlah daerah di Indonesia. Kami memulai dari Medan,” ujarnya menjawab Bisnis di sela-sela peresmian PLTU Biomassa sebesar 2×15 MW di Kawasan Industri Medan, Senin (9/7).

Saat ini, Growth Steel Group (GSG) sudah memiliki pembangkit dari cangkang tahun 2008 1x 15 MW dan tahun 2010 2x 15 MW, dan tahun ini mengoperasikan lagi 2×15 MW. “Sampai akhir tahun akan dibangun enam pembangkit lagi. Kini sedang dilakukan studinya. Segera dibangun,” tuturnya.

Menurutnya, Pemerintah sudah membeli energi listrik terbarukan dengan harga yang memberikan keuntungan bagi investor. Jadi, lanjutnya, kesempatan ini jangan disia-siakan karena memang bisa memberikan dampak positif bagi Indonesia. Menurutnya, sampai 2013 Growth Sumatra Group akan membangun PLTU lagi sekitar 8- 14 buah lagi.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan pemerintah sudah menaikkan harga pembelian energi bebahan baku biomassa dan terbarukan menjadi Rp900/kwh dari Rp600 per kwh.

“Gerakan membangun PLTU bebahan baku biomassa ini mari kita gulirkan dari Medan. Kalau bahan baku pembangkit listrik dibuat dari sampah pemerintah akan membelinya lebih mahal lagi,” ujarnya.

Jero Wacik berada di Medan meresmikan PLTU Biomassa milik PT Growth Sumatera Group berkapasitas 2×15 MW.

Sementara itu, Dirut PT KIM Gandhi D Tambunan mengatakan dengan beroperasinya pembangkit listrik berbahan baku biomassa di KIM Medan, sangat membangu kekurangan energi listrik untuk industri.

Selama ini, kata dia, industri di KIM sudah teriak-teriak karena kekurangan listrik dari PT PLN. Dengan adanya pembangkit baru, paparnya, bisa membantu sebagian dari kekurangan energi listrik untuk KIM.

“Memang masih kurang sekitar 150 MW lagi. Soalnya PLTU yang diresmikan menteri tadi hanya 20 MW yang dijual kepada PLN. Sedangkan 10 MW dipakai sendiri oleh Growth Sumatera,” tandasnya. (esu)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia