Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Warga Belawan mulai keluhkan luapan air laut

Oleh on Jun 6th, 2012

MEDAN: Sebagian warga di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan meluapnya air laut yang hampir setiap bulan menggenangi rumah mereka dan jalan raya.

“Hampir setiap bulan luapan air laut menggenangi pemukiman warga di Belawan dan sekitarnya,” ujarĀ  Alfian, warga Kelurahan Belawan Bahari, di Medan, Rabu, menanggapi banjir laut yang kembali melanda wilayah itu selama dua hari terakhir.

Menurut dia, fenomena alam itu terjadi sejak dua tahun terakhir sehingga membuat aktivitas warga setempat terganggu.

Luapan air laut, lanjut Alfian, relatif mudah menerobos masuk ke kawasan dataran rendah di utara Kota Medan itu karena sebagian besar hutan mangrove di sepanjang pesisir Belawan dan sekitarnya sudah beralih fungsi menjadi dermaga dan depo peti kemas.

Selain akibat areal hutan mangrove yang semakin berkurang, katanya, kondisi sebagian drainase di kawasan pelabuhan itu nyaris tidak berfungsi secara baik.

“Jika drainase yang rusak diperbaiki, genangan yang ditimbulkan oleh banjir laut bisa diminimalkan,” ujar dia.

Selama ini, kata warga lainnya, air banjir laut yang menggenangi pemukiman penduduk dan jalan raya di kawasan Belawan bisa berlangsung hingga 10 jam dengan ketinggian air bisa mencapai selutut orang dewasa.

Masalah banjir air laut yang melanda sebagian wilayah Belawan dan sekitarnya sering dikeluhkan warga dan penggguna jalan raya.

Banjir air laut atau rob juga menjadi faktor utama penyebab sebagian badan jalan raya di kawasan Pelabuhan Belawan lebih cepat rusak dan berlubang.

Namun hingga kini diperkirakan belum ada upaya perbaikan drainase secara optimal dan menyeluruh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Sementara itu, Ketua Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU), Saharuddin mengatakan, banjir yang kerap melanda kawasan Belawan dan sekitarnya merupakan salah satu bukti kurangnya perhatian Pemkot Medan untuk menuntaskan ketimpangan pembangunan di wilayah itu.

“Upaya Pemkot Medan untuk membenahi dan meningkatkan kualitas pembangunan sarana dan prasarana, infrastruktur serta mengatasi pencemaran lingkungan di kawasan Medan Utara belum terbukti secara signifikan,” ujarnya.

Padahal wilayah Medan Utara hingga kini diperkirakan banyak berperan memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah dan devisa. (KR-JRD). (Ant)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia