Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Anggaran Pemkab Mukomuko tak cukup bayar semua tenaga honorer

Oleh on Jun 26th, 2012

MUKOMUKO, Bengkulu: Jumlah tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten Mukomuko melonjak, sehingga tidak dapat ditanggung dari anggaran pendapatan dan belanja daerah pada tahun ini.

Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mempertanyakan alasan dinas pendidikan setempat menambah jumlah tenaga honorer kontrak yang diterima dari 84 menjadi 377 orang.

“Awalnya kami setuju dinas pendidikan menambah tenaga honorer kontrak 84 orang sesuai dengan biaya untuk membayar upah mereka dalam APBD murni, tetapi belakangan jumlahnya ditambah menjadi 377 orang,”jelasĀ  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mukomuko, Rusman Aswardi, di Mukomuko, Senin (25/6).

Jika alasan mereka kekurangan upah tenaga honorer kontrak diusulkan dalam APBD perubahan, menurut dia, proses APBD perubahan itu sendiri hingga sekarang belum berjalan termasuk, ketersediaan dana untuk itu.

“Jadi mereka yakin usulannya disetujui, itu pun kalau dananya ada dalam APBD perubahan kalau tidak,” ujarnya mempertanyakan.

Ketua Komisi III DPRD setempat Hermansyah menegaskan akan mempertanyakan dana untuk upah sebanyak 377 orang tenaga honorer kontrak yang diterima oleh pihak dinas pendidikan karena sesuai hitungan dari lembaga tidak ada lagi dana untuk membayar upah mereka.

Namun, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko Nurhasni menjelaskan dana untuk pembayaran upah tenaga honorer kontrak yang diterima lewat jalur tes dan telah mengabdi di sekolah-sekolah mulai dihitungĀ  Juli hingga Desember 2012.

“Setelah kami kaji untuk upah mereka 6 bulan ke depan mencukupi, selanjutnya untuk 2013 kembali diajukan sama seperti tenaga honorer lainya,” ujarnya menerangkan.

Dia menjelaskan penambahan yang dilakukan oleh dinas terkait telah mempertimbangkan kekurangan tenaga guru yang ada sekarang itu, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, SMA.

Bahkan, lanjutnya, penambahan tenaga honorer kontrak atau guru tidak tetap itu belum bisa menutupi kekurangan tenaga guru, tata usaha, dan pustakawan untuk setiap sekolah di daerah itu.

“Penambahan itu belum seberapa, dengan jumlah itu kebutuhan yang sangat mendesak untuk mata pelajaran yang belum ada gurunya seperti penjaskes, teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya.

Yang lebih penting dan sangat mendesak dalam penerimaan tenaga honorer itu, lanjutnya, untuk menutupi kekurangan tenaga guru di desa terpencil yang tersebar di daerah itu seperti Kecamatan Selagan Raya dan Kecamatan Malin Deman. (Ant)online casino

Comments are closed

  • No categories

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia