MEDAN: Sejumlah mahasiswa pengunjukrasa menolak penaikan harga bahan bakar minyak mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum Medan dengan membawa barang bukti selongsong peluru karet dan gas air mata yang digunakan aparat keamanan saat mengamankan aksi unjuk rasa.
Barang bukti tersebut dibawa seorang mahasiswa Universitas Nommensen, Hendi ke LBH Medan, Rabu, diserahkan kepada Wakil Direktur LBH Muslim Muis, disaksikan oleh Ketua SBSI 1992 Pahala Napitupulu, Ketua GMNI Medan, LSM Toplok dan beberapa mahasiswa lainnya.
Kemudian benda yang terbuat dari kuningan itu, diletakkan di atas meja dan diperlihatkan kepada para wartawan dan masyarakat. Selongsong peluru dipajang di atas meja, yakni tujuh peluru karet dan lima gas air mata dan beberapa buah karet kecil bulat warna hitam.
Hendi dalam laporannya menyebutkan, selama aksi unjuk rasa menentang penaikan harga BBM, 12-31 Maret 2012, jumlah mahasiswa yang terkena tembakan dari peluru karet yang dilakukan petugas kepolisian sekitar 9 orang.
“Penembakan itu terjad saat bentrok mahasiswa dengan personel kepolisian di depan kampus Universitas Nonmensen Medan Jumat malam 30 Maret. Dalam insiden itu, 9 mahasiswa diduga tertembak peluru karet yang digunakan pihak berwajib.,” ujarnya. (antara/yus)online casino
