Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Sumut hentikan sementara impor jagung

Oleh on Feb 23rd, 2012

SEI BAMBAN, Sumut: Pemprov Sumatera Utara menghentikan sementara impor jagung untuk memastikan semua produk lokal dapat diserap petani, terutama oleh perusahaan produsen pakan ternak.

“Untuk beberapa bulan ke depan, impor jagung kami hentikan sementara,” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dalam panen raya di Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, seperti dikutip Antara, hari ini, (Kamis, 23/02).

Gubernur mengatakan keputusan itu merupakan masukan dari petani jagung dari sentral produksi pertanian di Sumatra Utara, khususnya Kabupaten Tanah Karo. Impor jagung menekan harga produk lokal, sehingga menurunkan pendapatan petani.

“Karena itu, Pemprov Sumut berupaya menyahuti aspirasi petani tersebut dengan menyiapkan kebijakan penghentian impor meski bersifat sementara. Kami mengharapkan kesejahteraan petani jagung di Sumut dapat lebih ditingkatkan,” ujarnya.

Selain menghentikan impor, jelasnya, Pemprov Sumut juga melarang jajarannya untuk membeli buah impor untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan, sebagai upaya meningkatkan konsumsi produk lokal.

Kebijakan itu juga dilakukan agar masyarakat Sumut lebih menghargai buah produksi lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan produk impor.

“Tidak boleh menggunakan APBD untuk membeli buah impor. Selama ini, lidah kita masih terjajah cita rasa luar negeri,” tambah Gatot.

Jemat Sebayang, Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia, mengatakna pihaknya meminta Plt Gatot Pujo Nugroho menghentikan kebijakan impor jagung karena produksi dari provinsi ini masih dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Jemaat juga menyerukan agar Pemerintah segera mengambil sikap dengan menentukan harga referensi jagung daerah dengan angka yang bisa diterima petani jagung minimal Rp2.500 per kilogram di tingkat petani.

Awal pekan ini, ratusan petani jagung dari berbagai daerah di Sumatra Utara menggelar aksi unjuk rasa meminta Pemerintah menghentikan impor jagung karena menurunkan daya saing produk lokal dari sisi harga.

Para petani yang berasal dari masyarakat Kecamatan Tiga Binanga, Juhar, Lau Baleng, Mardinding Munte, dan Kuta Buluh Kabupaten Karo melakukan konvoi dengan mengendarai sekitar 20 mobil sambil membawa jagung berhenti di Kantor Gubernur Sumut.

Dalam orasinya, para petani mengemukakan kebijakan impor jagung dari India yang disetujui Pemerintah dilakukan oleh importir swasta sangat merugikan petani dan hanya menguntunkan importir.

Para pengusaha pun berusaha menekan harga beli jagung petani, hingga harga jagung di tingkat petani anjok dari harga Rp 2.400 per kilogram menjadi Rp 2.100 per kilogram. Bahkan, ada harga yang di bawah Rp 2000 per kilogram.

Selain itu, para petani juga menolak penilaian dari pabrik pembuat pakan ternak bahwa kadar air dalam jagung petani lokal masih terlalu tinggi, sehingga alasan itu yang membuat jagung lokal tidak dibeli oleh para pengusaha pakan ternak. (k58)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia