MUKOMUKO: Pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, diharapkan mendukung program kartu tanda penduduk elektronik di daerah itu dengan tidak mempersulit pihak kecamatan yang mengisi BBM untuk keperluan mesin genset.
“Kami berharap pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak mempersulit dan membantu pihak kecamatan mengisi bahan bakar minyak (BBM). Karena BBM dibutuhkan untuk menghidupkan mesin genset yang berfungsi untuk mengaktifkan peralatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP),” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kabupaten Mukomuko Jawoto di Mukomuko, Rabu 23 November 2011.
Ia menyebutkan, tercatat ada empat dari 15 kecamatan di daerah itu belum memiliki jaringan listrik dari PLN. Untuk menjalankan peralatan e-KTP, pihak kecamatan itu membutuhkan minimal 20 liter BBM setiap hari.
Puluhan liter BBM yang dibutuhkan setiap hari itu digunakan untuk mengisi bahan bakar mesin genset agar semua peralatan mulai dari komputer dan server program e-KTP bisa berjalan.
Pernah satu kali, kata dia, salah satu kecamatan yang belum memiliki jaringan listrik di daerah itu tidak bisa melayani kegiatan rekam data masyarakat selama satu hari, karena pihak kecamatan tidak mendapatkan BBM.
“Kami tidak ingin persoalan yang sama terulang kembali, untuk itu kami berharap kerja sama dari pihak SPBU,” kata dia.
Sementara itu, jumlah warga masyarakat yang telah melakukan rekam data e-KTP di masing-masing kecamatan di daerah itu sampai saat ini sebanyak 47.842 orang dari jumlah wajib KTP mencapai 117 orang.
Menurut dia, masih sedikitnya wajib e-KTP yang melakukan rekam data karena target kecamatan sesuai dengan jumlah undangan yang diberikan kepada masyarakat, baru bisa terealisasi 75 persen.
“Jika target dari kecamatan terealisasi sampai 100 persen kemungkinan sampai saat ini sudah banyak masyarakat yang melakukan rekam data,” ujarnya. (antara)online casino
