Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

PLN Akan Cadangkan Produksi Listrik PLTA Asahan III kepada Masyarakat

Oleh on Nov 4th, 2011

BALIGE:  Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan III di Batumamak, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, mencadangkan energi listrik sebesar 10 megawatt guna melayani kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi proyek tersebut.

“Ketersediaan energi listrik dengan kapasitas terpasang 2×87 MW itu, atau total sebesar 164 megawatt (MW) akan dikirimkan ke GITET Simangkuk untuk selanjutnya dialirkan ke seluruh konsumen di wilayah Sumatera Utara,” kata Manajer Proyek PLTA Asahan III Robert Aprianto Purba di Batumamak, Kamis 3 November 2011.

Sedangkan sebesar 10 MW sisanya, kata dia, akan digunakan melayani kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi proyek dengan ketentuan dan tarif yang diberlakukan.

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat sekitar lokasi proyek, yakni desa Tangga sampai Meranti Utara dan Porsea hingga ke daerah Pulo Raja di Kisaran, Kabupaten Asahan akan dapat dilayani PLTA Asahan III dengan kualitas pelayanan yang lebih baik.

Proyek pembangkit listrik tenaga air kapasitas terpasang 2×87 MW yang terletak di Kabupaten Asahan dan Kabupaten Toba Samosir tersebut telah dikerjakan sejak Januari 2011.

Robert menyebutkan, jika saat ini pemadaman masih sering terjadi karena kekurangan daya atau gangguan pohon dan jarak gardu induk terdekat sekitar 100 kilometer, maka nantinya setelah beroperasinya PLTA Asahan III tahun 2015, kualitas pelayanan PLN akan ditingkatkan.

Menurutnya, ketersediaan energi listrik di GITET (gardu induk tegangan ekstra tinggi) Simangkuk sekarang sebesar 2×90 MW dari IPP (Independent Power Producer) PLTA Asahan I, dan nantinya 2×87 MW dari PLTA Asahan III, juga akan menjadi daya tarik pertumbuhan ekonomi dan investasi, khususnya untuk wilayah Kabupaten Toba Samosir.

“Ketersediaan energi listrik yang cukup merupakan salah satu syarat utama untuk pengembangan investasi di daerah tersebut,” ujar Robert.

Selain itu, kata dia, penghematan akan dapat dilakukan Negara dari operasional PLTA Asahan III pada tahun 2015 sekitar Rp2,7 triliun per tahun, dengan asumsi produksi energi dari 2×87 MW yakni sebesar 1.477 MW.

Penghematan tersebut, lanjutnya, diperoleh dari selisih biaya operasional bila PLN menggunakan bahan bakar minyak ataupun gas dibandingkan biaya operasional PLTA Asahan III dengan menggunakan air sungai Asahan.

“Dengan demikian, potensi ini sangat bermanfaat untuk pembangunan program lainnya, bahkan seiap tahun kita dapat membangun pembangkit dengan kapasitas hampir 200 MW melalui penghematan tersebut,” tambah Robert. (antara)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia