KALIANDA: Pasokan komoditas singkong dari petani di Kabupaten Lampung Selatan menurun karena sedikitnya panen pada musim ini.
“Sejak panen terakhir tiga bulan lalu kami belum menanam singkong karena lahan kekeringan akibat kemarau,” kata Sarino, petani di Desa Wonodadi Kecamatan Tanjungsari Lampung Selatan. Selasa 8 November 2011.
Ia mengatakan, petani masih dalam persiapan mengolah sawah untuk menanam singkong karena sudah ada curah hujan di daerah tersebut meskipun intesitasnya masih rendah.
“Perladangan sudah bisa digarap dan ditanami dan sebentar lagi curah hujan tinggi,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini harga singkong masih bertahan cukup tinggi mencapai Rp700 per kilogram di tingkat pengumpul, sedangkan saat panen lalu hanya pada kisaran Rp500 per kilogram.
Ia menerangkan, masa panen singkong membutuhkan waktu antara enam sampai tujuh bulan sehingga jika saat ini tanam maka panen raya singkong akan berlangsung pada pertengahan tahun 2012 mendatang.
Pedagang pengumpul, Sudarto mengatakan, saat ini cukup sulit mendapatkan pasokan singkong dari petani setempat karena banyak lahan singkong petani yang menganggur sejak kemarau lalu.
“Meskipun ada tanaman singkong usianya masih muda dan masih lama tiba waktu penan kerana tanaman baru,” katanya.
Ia mengatakan, menurunnya pasokan petani tersebut harga singkong bertahan cukup tinggi mencapai Rp750 per kilogram sedangkan biasanya hanya sekitar Rp500 per kilogram.
Menurutnya, pasokan petani akan kembali meningkat membutuhkan waktu cukup lama karena sampai saat ini petani baru mulai menanam singkong bersamaan dengan datangnya musim penghujan.
“Saat produksi singkong meningkat biasanya harga turun antara Rp400 sampai Rp500 per kilogram,” katanya.
Komoditas singkong petani untuk memenuhi kebutuhan pabrik pengolah singkong baik di dalam dan luar daerah tersebut. (antara)online casino
