PALEMBANG: Peneliti asal Australia Simon Creak menilai Kota Palembang, Sumatra Selatan, mampu menggelar acara lebih besar dari SEA Games, seperti Asian Games, asalkan memperbaiki sistem lalu lintas di daerah itu.
“Setelah melihat langsung pelaksanaan SEA Games ke-26 ini, bisa saja Asian Games digelar di sini, asalkan sistem lalu lintasnya lebih dimodernisasi. Selain itu, harus menambah satu jembatan lagi, karena saya melihat Jembatan Ampera menjadi satu-satunya akses ke Jakabaring,” kata Simon, di Palembang, Minggu 20 November 2011.
Menurut dia, pola kehidupan masyarakat di Sumsel ini lambat laun akan berubah, jika kerap kali menggelar kegiatan olahraga berskala internasional.
“Memang untuk tahap awal masih banyak pelanggaran, Australia pun begitu saat menggelar Olimpiade Sidney. Hanya bedanya, petugas di Australia lebih tegas menerapkan aturan jika dibandingkan di sini,” kata dia.
Ia menjelaskan, seperti penerapan larangan parkir, larangan merokok, larangan membuang sampah sembarangan, dan beberapa peraturan lainnya.
“Seperti sudah ada tulisan pintu keluar pada Stadion Akuatik, tapi tetap saja pengunjung yang datang masuk pada pintu itu. Tapi, hal itu dapat ditolerir karena SEA Games hanya sebatas negara di Asia Tenggara,” kata dia, mencontohkan pelanggaran yang masih dianggap biasa di sini.
Menurut dia, semangat kebersamaan lebih dikedepankan pada pelaksanaan SEA Games antarnegara Asia Tenggara itu.
“Memang setiap arena harus sesuai standar internasional, tapi jika tidak mampu maka tidak akan terlalu dipaksakan seperti yang dilakukan Laos pada SEA Games sebelumnya. Semangat kebersamaan, dan saling bertemu antara atlet dari tiap-tiap negara pada prinsipnya perlu lebih dikedepankan,” kata dia.
Dia pun mengaku turut merasakan kebanggaan masyarakat Sumsel atas pelaksanaan SEA Games XXVI di Palembang, 11-22 November 2011.
“Saya dapat merasakan kebanggaan Indonesia menyelenggarakan SEA Games, terutama masyarakat Kota Palembang yang demikian antusias melakukan penyambutan. Jalan-jalan dibersihkan dan setiap hari Jakabaring ramai dikunjungi,” ujar Simon.
Menurut dia, warga Palembang sudah sepatutnya bangga karena mampu menyelenggarakan SEA Games di dalam satu arena, yakni Kompleks Olahraga Jakabaring.
“Saya cukup kagum karena banyak arena yang berstandar internasional di Jakabaring, meskipun di negara saya hal itu sudah biasa karena pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Sidney tahun 2000 lalu,” ujar dia.
Dia mengaku paling terkesan dengan Stadion Akuatik yang telah menyamai Stadion Akuatik di Beijing, tempat pelaksanaan Olimpiade tahun 2010.
“Bagi saya yang paling berkesan Stadion Akuatik yang sudah seperti di China dan negara-negara Eropa,” ujar dia.
Dia menambahkan, meskipun pelaksanaan SEA Games sempat diwarnai isu korupsi, tapi secara keseluruhan telah berlangsung sukses.
“Saya mengetahui ada isu korupsi wisma atlet pada SEA Games Indonesia ini, tapi semua itu seakan hilang oleh acara pembukaan yang demikian spektakuler dan tersedia fasilitas bertaraf internasional di Jakabaring,” ujar peneliti kelahiran Australia, 29 Maret 1973.
Dia menambahkan, Pemerintah Sumsel harus memanfaatkan event SEA Games ini untuk membangun masyarakat dan infrastruktur kota di sini.
“Pada 2004, Palembang menjadi tuan rumah PON dan 2011 menjadi tuan rumah SEA Games. Kota Palembang bisa menjadi sebuah kota olahraga atau tujuan para atlet di seluruh dunia nantinya,” kata peneliti lulusan Kyoto University itu.(antara)online casino
