LHOKSEUMAWE: Masih dalam suasana hari raya Idul Adha 1432 H, harga sayuran di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, belum stabil akibat pasokan yang belum lancar.
Armiya pedagang sayuran di pasar pagi Kota Lhokseumawe mengatakan selain pasokan yang belum lancar, banyak pedagang sayuran di pasar pagi belum melakukan aktivitasnya secara normal, karena masih suasana merayakan Idul Adha.
Karena sebagaimana diketahui, bahwa pasar pagi atau pasar Inpres di pusat Kota Lhokseumawe, merupakan sentra pasar sayuran dan buah-buahan yang ada di Lhokseumawe.
Sehingga, apabila pasokan sayuran belum lancar ke pasar tersebut, maka berimbas pula kepada harga sayuran di pasar-pasar lainnya dalam wilayah Lhokseumawe.
“Akibat belum lancarnya aktivitas pasar, harga berbagai jenis sayuran menjadi tidak stabil. Malah kenaikannya sampai seratus Persen dari harga normal,” katanya, Selasa 8 November 2011.
Seperti, Tomat, harganya mencapai Rp10.000/Kg, Cabe Merah mencapai Rp 40.000/Kg. Wortel Rp 12.000/Kg dan Seledri Rp 15.000/Kg.
Padahal, harga normal sebelumnya, untuk jenis Tomat, hanya Rp 5.000/Kg, Seledri hanya Rp8.000/Kg.
“Begitu juga dengan berbagai jenis sayuran lainnya, umumnya mengalami lonjakan harga yang tinggi,” ujar Armiya.
Dia menyatakan, harga sayuran kembali stabil apabila pasokan dari daerah sentra penghasil sayuran baik yang ada di Provinsi Aceh maupun dari Berastagi Sumatera Utara, kembali lancar.
“Diperkirakan sehabis pekan ini, harga sayuran akan kembali stabil karena pedagang perantara sudah mulai beraktivitas kembali memasok sayuran dari daerah lain ke Lhokseumawe. Ini mungkin karena masih suasana hari raya,” katanya.
Pantauan pasar, sejak hari raya Idul Adha hingga sekarang, aktivitas pasar di Pasar Inpres atau pasar pagi di Lhokseumawe masih terlihat sepi dari aktivitas pedagang sayuran.
Hanya terlihat beberapa pedagang saja yang membuka lapak dagangannya, begitu juga dengan kios rempah-rempah, juga masih terlihat sepi. (antara)online casino
