BENGKULU: Dinas Kesehatan Kota Bengkulu terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai adanya program jaminan persalinan bagi ibu hamil di daerah itu.
“Masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui adanya program jaminan persalinan (Jampersal) sehingga program ini belum berjalan optimal namun kami terus berupaya mensosialisasikannya kepada mereka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Mixon Syahbuddin, di Bengkulu, Sabtu 8 Oktober 2011.
Ia mengatakan, sosialisasi dilakukan oleh para petugas di Puskesmas yang ada di daerah itu agar dana Jampersal dapat dimanfaatkan oleh warga kurang mampu.
Untuk meningkatkan pemahaman petugas, dinas kesehatan telah memberikan sosialisasi tambahan Jampersal kepada petugas medis di daerah itu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Petugas medis di Pusat Kesehatan Masyarakat daerah ini masih banyak yang belum paham mengenai Jampersal untuk warga kurang mampu sehingga kami berupaya memberikan sosialisasi tambahan lagi kepada mereka,” katanya.
Program Jampersal yang diluncurkan pemerintah beberapa bulan lalu bertujuan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 515 Tahun 2011 tentang penerimaan dana penyelenggaraan jampersal, Kota Bengkulu mendapatkan dana sebesar Rp1,4 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk biaya persalinan 42.000 ibu hamil di Kota Bengkulu.
Ia mengimbau kepada para ibu hamil di Kota Bengkulu segera memeriksakan kandungan mereka ke puskesmas terdekat sebab dinas kesehatan sudah bekerjasama dengan bidan maupun Rumah Sakit Umum Daerah M Yunus Bengkulu.
Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Dessy Noermadanningsih mengatakan, program Jampersal mulai diluncurkan pada April 2011.
“Pemberian layanan Jampersal ini hanya diberikan kepada masyarakat yang tidak tertanggung layanan Jamkesmas ataupun Jamkesda. Bagi masyarakat yang saat ini sedang mengandung dan tidak terdaftar pada kedua layanan tersebut dapat mendaftarkan diri ke puskesmas agar segera diberikan bidan untuk konsultasi kesehatan kandungannya,” katanya.
Ia menambahkan, untuk rumah sakit hanya RSUD M Yunus Bengkulu yang baru melayani pasien Jampersal. Saat ini masih banyak petugas medis di puskesmas yang kurang memahami peran jampersal.
“Saat ini tercatat ada sebanyak 225 bidan di 20 puskesmas daerah ini. Dari jumlah itu sudah terdapat 35 bidan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu dalam pelayanan Jampersal dengan 17 bidan telah melengkapi persayaratannya,” ujarnya.
Ia mengharapkan, dengan jumlah bidan sebanyak itu diharapkan dapat melayani masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pelayanan Jampersal,” katanya. (antara)online casino
