PADANG: Pertumbuhan kegiatan usaha di sektor listrik, gas dan air bersih diperkirakan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi (PE) Kota Padang setelah perubahan APBD 2011.
Sektor usaha tersebut diperkirakan menyumbang pertumbuhan (PE) Padang sebesar 7,61 persen setelah dilakukan perubahan APBD 2011, kata Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang Ervan Bahar di Padang, Selasa 2 Agustus 2011.
Bappeda dan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi daerah sebesar rata-rata 6,11 persen setelah perubahan APBD 2011, atau meningkat dibanding pada awal tahun anggaran sebesar 6,00 persen.
Penyumbang pertumbuhan ekonomi Kota Padang terbesar kedua diperkirakan dari pertumbuhan usaha sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,53 persen, disusul sektor keuangan dan jasa perusahaan sebesar 6,87 persen.
Selanjutnya, pertumbuhan usaha sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar 6,39 persen, sektor bangunan diperkirakan menyumbang 6,32 persen dan sektor pertambangan dan pengalian sebesar 6,22 persen.
Lalu, sektor jasa-jasa menyumbang pertumbuhan sebesar 5,57 persen, industri pengolahan 4,71 persen dan pertumbuhan usaha sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 4,45 persen.
Pemkot dan DPRD Padang menetapkan pertumbuhan ekonomi 6,11 persen pada 2011 yang naik dari pertumbuhan ekonomi pada 2010 yang tercapai 5,81 persen.
Pada 2010, kegiatan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 7,86 persen, diikuti sektor usaha bangunan sebesar 7,38 persen dan sektor keuangan dan jasa perusahaan sebesar 6,64 persen.
Selanjutnya, disumbang pertumbuhan usaha sektor pertambangan dan pengalian sebesar 6,52 persen, usaha sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan menyumbang sebesar 5,73 persen.
Berikutnya, kegiatan usaha di sektor listrik, gas dan air bersih dengan pertumbuhan 5,51 persen, sektor jasa-jasa tumbuh sebesar 5,42 persen, usaha sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 4,52 persen dan sektor indutri pengolahan sebesar 4,32 persen. (ant)online casino
