PALEMBANG: Nilai impor Sumatra Selatan Januari 2011 mencapai 13,14 juta dolar Amerika Serikat, atau mengalami penurunan dibandingkan bulan Desember 2010 yakni 27,52 juta dolar AS, kata pejabat berwenang.
“Apabila dibandingkan nilai impor bulan Januari 2010, maka pada Januari 2011 itu mengalami peningkatan sebesar 27,84 persen, yaitu dari 10,28 juta dolar menjadi 13,14 juta dolar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Haslani Haris, di Palembang, Selasa 5 April 2011.
Dikemukakannya, khusus penurunan nilai impor pada bulan Januari 2011 dibandingkan Desember 2010 dari 27,52 juta dolar menjadi hanya 13,14 juta dolar itu, karena pengaruh penurunan barang yang diimpor golongan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar 9,06 juta dolar dari 12,96 juta dolar menjadi hanya 3,91 juta dolar AS.
Dia menjelaskan, dari 10 golongan utama impor nonmigas Sumsel, delapan golongan barang mengalami penurunan Januari 2011 dibanding Desember 2010.
Menurut dia, dari total nilai impor Januari 2011 sebesar 13,14 juta dolar AS, paling besar berasal dari India mencapai 2,72 juta dolar (20,68 persen) dan barang diimpor adalah golongan kendaraan dan bagiannya (90,14 persen), Amerika Serikat sebesar 2,30 juta dolar (17,48 persen) dan barang yang diimpor golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (64,74 persen).
Mengenai arus bongkar-muat, menurut Haslani, adalah melalui dua pelabuhan masing-masing Boom Baru Palembang paling dominan dengan nilai impor sebesar 13,09 juta dolar, serta selebihnya lewat pelabuhan Plaju.
“Provinsi Sumsel selain melakukan kegiatan impor, juga ada aktifitas ekspor yang ternyata memberikan sumbangan devisa cukup besar bagi provinsi tersebut,” katanya.
Haslani mengatakan, gambaran perkembangan ekspor Sumsel ternyata dari bulan ke bulan mengalami fluktuatif. Ekspor Sumsel Januari 2011 mencapai nilai 479,02 juta dolar AS.
Dikatakannya, nilai ekspor Sumsel Januari 2011 mengalami peningkatan sebesar 19,93 persen dibanding Desember 2010 dari 399,43 juta dolar menjadi 479,02 juta dolar AS.
Ia mengatakan, nilai ekspor Sumsel Januari 2011 sebesar 479,02 juta dolar itu, terdiri atas minyak dan gas 51,02 juta dolar dan nonmigas 427,99 juta dolar AS.
Bila dilihat dari perkembangan ekspor tujuh komoditas andalan Sumsel Januari 2011, maka peningkatan terbesar terhadap nilai impor Desember 2010 terjadi pada komoditas karet sebesar 88,02 juta dolar, diikuti minyak sawit mentah sebesar 0,94 juta dolar dan kopi 0,51 juta dolar AS.
Ia menambahkan, ekspor Sumsel Januari 2011 ke Amerika Serikat, Malaysia, dan China merupakan negara tujuan utama, masing-masing mencapai nilai 153,71 juta dolar, 88,56 juta dolar dan 42,25 juta dolar AS.
Khusus pelabuhan muat untuk ekspor Sumsel Januari 2011 paling dominan adalah Boom Baru dengan nilai 422,86 juta dolar, diikuti pelabuhan Plaju hanya 51,02 juta dolar AS. (ant)online casino
