Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Hutan Konservasi di Sumbar Rusak Parah

Oleh on Apr 5th, 2011

PADANG: Kawasan hutan konservasi pada dua daerah yang ada di Sumatra Barat (Sumbar) mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Dua kawasan hutan konservasi yang rusak terdapat di Sijunjung serta Pasaman,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar, Gusril, di Padang, Senin 4 April 2011.

Menurutnya, keberadaan hutan konservasi di Sumbar ini terus digoroti para perambah hutan dan aksi pembalakan liar.

Sehingga menyebabkan hilangnya fungsi kawasan hutan konservasi akibat perambah hutan dan aksi pembalakan liar,” katanya.

Dia menambahkan, fungsi kawasan hutan tersebut seakan terabaikan dan luput dari perhatian masyarakat sebagai penyangga resapan air dan kehidupan berbagai satwa dan biota dilindungi.

“Kawasan hutan lindung itu sebagian besar sudah berubah fungsi menjadi perkebunan hutan tanaman industri dan kelapa sawit baik yang berada di wilayah pantai maupun pada lokasi perbukitan,” katanya.

Luas hutan konservasi di provinsi Sumbar 250.000 hektar, menurut Gusril namun pihak belum tahu pasti berapa persen yang mengalami kerusakan akibat perambah hutan dan aksi pembalakan liar.

Dia mengatakan, kawasan hutan konservasi di Sumbar, perlu diselamatkan berbagai pihak termasuk masyarakat karena fungsinya sangat besar bagi kehidupan manusia dan hewan langka serta biota lainnya.

Dalam dua tahun terakhir kawasan tersebut kembali dipertahankan baik kawasan hutan yang masih utuh maupun yang sudah dibuka secara liar oleh perambah.

“BKSDA ingin merebut kembali kawasan hutan konservasi dari tangan perambah untuk dihijaukan kembali,” kata Gusril.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi kerusakan kawasan hutan konservasi yang ada di Sumbar, pihak BKSDA mengupayakan penghijauan kembali hutan tersebut.

“Setiap pengamanan kawasan konservasi itu berbeda pola yang diterapkan, karena sesuai dengan karakter perambah daerah masing-masing serta tingkat kerusakan,” kata Gusril.

Dia mengharapkan semua instansi terkait serius menghijaukan kembali kawasan hutan yang rusak dan menurunkan perambah secara baik.(ant)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia