Home
Selamat datang di situs Bisnis Indonesia perwakilan Sumatra SUBSCRIBE to RSS Search with Google 
 

Harga Karet di Sumsel Turun

Oleh on Mar 6th, 2011

PALEMBANG: Harga karet asalan di tingkat petani Sumatra Selatan, sejak sepekan terakhir hingga Minggu tercatat Rp17 ribu per kilogram, atau mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya kisaran Rp17.400,- hingga Rp17.500,-per kg.

Menurut Yadi (34), pedagang pengumpul dari daerah Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan bahwa harga karet di tingkat petani dalam sepekan terakhir memang ada penurunan, karena disesuaikan dari pembelian pihak pabrik yang ada di Palembang.

Ketika ditemui usai menjual karet di salah satu pabrik pengolahan di Palembang mengatakan bahwa harga karet di tingkat pabrik di Palembang tidak sama atau bervariasi, tetapi kebanyakan karet yang didatangkan dari daerah penghasil dijual ke pabrik di kawasan Kertapati.

Menurut dia, sekarang ini harga karet di tingkat pabrik bervariasi antara Rp21 ribu hingga Rp21.200,- per kg, sehingga membeli di tingkat petani disesuaikan.

“Jadi pedagang pengumpul itu biasanya menuruti perkembangan di tingkat pabrik di Palembang, kalau harga karet naik, membeli di tingkat petani juga ikut naik dan sebaliknya,” katanya Minggu 6 Maret 2011.

Pantauan di lapangan, karet yang dipasok para pedagang pengumpul didatangkan dari sejumlah daerah penghasil itu, ternyata sebagian besar oleh pihak pengusaha pabrik di Palembang setelah diolah diekspor ke beberapa negara konsumen.

Karet yang dijual pedagang pengumpul ke pabrik di Palembang itu, sebagian besar dihasilkan petani pada beberapa daerah sentra produksi antara lain Kabupaten Muaraenim, Lahat, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu dengan total mencapai luas satu juta hektare lebih.

Menurut data Dinas Perkebunan Sumsel, dari total luas areal perkebunan karet itu, selain dikelola oleh pengusaha perkebunan besar swasta nasional dan asing, juga sebagian diusahakan oleh petani secara tradisional.

Mengenai kegiatan ekspor, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel, H Eppy Mirza, bahwa karet yang dihasilkan dari provinsi tersebut selama ini kebanyakan diekspor ke sejumlah negara konsumen, bahkan komoditas itu cukup besar menyumbang devisa bagi Sumatera Selatan.

Ia mencontohkan, dari total realisasi ekspor nonmigas Sumsel priode Januari-Oktober 2010 saja yang menghasilkan devisa 2,818 miliar dolar Amerika Serikat, karet menjadi komoditas penyumbang terbesar mencapai nilai 1,942 miliar dolar AS.

Sementara dari total perolehan devisa ekspor nonmigas Sumsel tersebut, dihasilkan melalui 24 jenis komoditas andalan antara lain karet, produk kelapa sawit termasuk minyak sawit mentah (CPO), batubara, pulp (bubur kertas), urea, udang, amonia, kopi, dan kayu lapis serta produk dari kayu lainnya.(ant)online casino

Comments are closed

Perwakilan Bisnis Indonesia

               
 
Developed by Media Digital  |  Bisnis Indonesia